siap berbagi dan menerima

siap berbagi dan menerima

Kamis, 09 Februari 2012

PUISIKU SEWAKTU KULIAH DI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA


Pasundan Sepur

Ucap selamat jalan keluar lirih
Dari bibir yang selama ini akrab dalam lumatan
Getar mata dan do’a terlihat
Karena jauh dan lara terngiang
Yogyakarta disana
Lima ratus kilo meter kan kutempuh
Dengan kamar pengap dan tikus-tikus besar
Kini………..
Aku terdiam dalam deraknya roda-roda besi
Diantara lalu lalang dan teriakan menjajakan makanan
Para pedagang asongan
Panas, bising, keringat
Dalam Kereta Api Ekonomi Pasundan
Kini………..
Aku terdiam diantara dua antara
Semangat masa depan dan hati yang terenggut
Dari hangatnya suara-suara belahan jiwa
(dinn wangsadidjaya, jogja, UNY, 2009)


Kering

Aku berdiri diatas terbelahnya tanah kerontang
Diatas perih dan kosongnya perut-perut mereka
Aku tengadah ke langit yang juga kerontang
Bahkan awan pun kehausan
Aku menoleh ke anak-anak mereka
Yang menangis karena kering susu ibunya
Aku menatap diri
Apa yang bisa aku lakukan
Agar basah tanah-tanah padi
Agar kenyang perut-perut petani
Agar mencair kembali susu sang ibu
Agar terhenti sedu sedan anak-anak mereka
Aku tidak tahu
(dinn wangsadidjaya, jogja, UNY, 2009)

 
Antara Suminto dan Aku
(Prof. Suminto, maaf ya.......)

Malam
Merenung
Dengan kernyit dahi
Antara telanjang dada dan kegerahan
Antara harus dan tak mampu
Jangankan sepuluh
Satupun terlalu penuh
Malam
Merenung
Andai aku adalah Suminto
Andai Suminto adalah aku
Jangankan satu seribupun aku mampu
Puisi-puisi kan tercipta diujung penaku
Ah…. mengapa aku bukan Suminto
Tapi aku tetap aku
Yang mungkin ada lebih dari Suminto
(dinn wangsadidjaya, jogja, UNY, 2009)

Aku Bukan Penyair

Dua belas jam berlalu
Dari pertemuan sastra pagi itu
Hati dan perasaan tetap tak tentu
Apakah aku bisa mengerjakan itu
Menuangkan kata-kata jadi satu
Dalam berbait-bait puisi menyatu
Kucoba menggores pena diatas kertas
Hanya coretan yang buru-buru lenyap dalam hapusan
Karena hanya deretan kata tercipta
Yang tanpa makna
Aku bukan penyair
Yang dapat mencipta barisan kata indah
Yang dapat mencurah segenap rasa
Tapi aku harus jadi penyair
Walau hanya semu
(dinn wangsadidjaya, jogja, UNY, 2009)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar