siap berbagi dan menerima

siap berbagi dan menerima

Kamis, 09 Februari 2012

PROBLEMATIKA FONOTAKTIK (TUGAS KULIAH UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA, 2009)


 GAMBARAN PROBLEMATIKA FONOTAKTIK YANG MUNCUL DALAM 
PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP AKIBAT PENGARUH 
FONEM DALAM BAHASA SUNDA


BAB I
PENDAHULUAN

Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang digunakan oleh seluruh bangsa Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu berbahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh seluruh bangsa. Hal ini karena semua kegiatan di negara kita tidak terlepas dari penggunaan Bahasa Indonesia.
Salah satu cara untuk mencapai kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar adalah dengan menanamkan kebiasaan membaca buku yang berkaitan dengan kebahasaan dan kesastraan serta berlatih untuk menggunakannya secara teratur dan berkesinambungan.
Kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar baik secara langsung maupun tidak langsung sangat dipengaruhi oleh berbagai hal. Salah satunya adalah pengaruh bahasa daerah yang merupakan bahasa kesatu penduduk di Indonesia.
Struktur dan keberadaan bahasa daerah di negara kita tentu sangat berpengaruh terhadap penggunaan bahasa yang resmi atau baku. J.S. Badudu menyatakan bahwa bahasa daerah dapat memperkaya sekaligus merusak bahasa Indonesia. Pernyataan lain juga menyebutkan bahwa untuk mempelajari bahasa kedua atau bahasa asing akan mendapat hambatan karena pengaruh struktur dan abjad yang dimiliki oleh bahasa pertama.
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah “Bagaimana gambaran problematika fonotaktik yang muncul dalam pelajaran Bahasa Indonesia di SMP akibat pengaruh fonem dalam Bahasa Sunda.”
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberi gambaran bagaimana pengaruh fonem bahasa Sunda dalam penggunaaan bahasa Indonesia oleh siswa SMP.
Mengingat waktu yang dimiliki penulis sangat sempit, maka dalam menyusun makalah ini penulis menggunakan metode studi literatur dan pengalaman penulis dalam mengajarkan Bahasa Indonesia di kelas.


BAB II
PEMBAHASAN MASALAH

Bahasa Sunda merupakan bahasa kesatu atau bahasa ibu yang dimiliki dan dipergunakan oleh sebagian besar masyarakat Jawa Barat. Tentu saja sangat berpengaruh ketika pengguna bahasa Sunda harus belajar dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Banyak kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh masyarakat sunda khususnya siswa di kelas.
Kesalahan berbahasa (language errors) berbagai ragam jenisnya. Para pakar bahasa mengelompokkan jenis-jenis kesalahan sendiri-sendiri. Chomsky dalam Tarigan, 1990: 143, mengelompokkan kesalahan berbahasa disebabkan karena faktor kelelahan yang disebut performance. Kesalahan yang lainnya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai kaidah-kaidah bahasa yang disebut faktor kompetensi.
Ada perbedaan jenis dan jumlah fonem dalam bahasa Sunda dan bahasa Indonesia. Perbedaan tersebut harus diakui keberadaanya karena merupakan warisan berbahasa yang digunakan secara turun temurun oleh penggunanya.
Huruf konsonan dalam bahasa Sunda sebanyak 18 buah yakni : ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, pa, ja, ya, nya, ma, ga, ba, nga.  Dan huruf vokal sebanyak 7 buah yakni : a, i, u, e, o, é, dan eu. Sedangkan komposisi huruf dalam bahasa Indonesia terdiri dari : a, b, c, d, e, f, g, h, i, j, k, l, m, n, o, p, q, r, s, t, u, v, w, x, y, z.
Dilihat dari komposisi huruf dua bahasa diatas kita dapat mengetahui perbedaan dari keduanya. Bahasa Sunda tidak memiliki huruf “f, q, v, x dan z”, sedangkan bahasa Indonesia tidak memiliki huruf  “é, dan eu .“
Dari perbedaan fonem kedua bahasa tersebut tentunya merupakan masalah tersendiri bagi guru bahasa Indonesia di Jawa Barat. Karena siswa terbiasa dengan bahasa Sunda dalam percakapan sehari-hari di rumah mereka. Sehingga ketika harus berhadapan dengan bahasa Indonesia di sekolah tentunya merupakan hal yang sulit untuk dilakukan.
Berikut daftar masalah fonotaktik yang ditemui penulis dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas.
No
Kata
Pengucapan / Penulisan
1.
paragraf
aktif
pasif
daftar
paragrap
aktip
pasip
daptar
2.
qori
qudsi
qur’an
kori
kudsi
kur’an
3.
variasi
vaksinasi
pariasi
paksinasi
4.
sinar x
sinar ek
5.
zat
zaman
zam-zam
jat
jaman
jam-jam
6.
melangkah
seharusnya
dst.
meulangkah
seuharusnya

Penulis hanya mengetengahkan sebagian kecil dari masalah-masalah fonotaktik yang muncul dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas.
Upaya yang dilakukan penulis agar siswa dapat mengucapkan fonem dengan benar adalah terus melatih pengucapan dengan memberi contoh cara mengucapkan dan memberi tugas daftar kata yang harus dilafalkan oleh siswa di rumah.


BAB III
SIMPULAN
Bahasa  kesatu merupakan bahasa yang pertama kali dikenal manusia di dunia ini. Ketika harus belajar dan menggunakan bahasa kedua atau bahasa asing, bahasa pertama tentunya merupakan pengaruh yang sangat kuat dalam pembelajaran bahasa kedua atau asing. Tetapi ada peribahasa “Alah bisa karena biasa”, artinya sesulit apapun pembelajaran bahasa kedua dan seterusnya jika dibiasakan dengan cara-cara yang benar hasilnyapun  akan baik dan benar.
Menuju proses berbahasa Indonesia yang baik dan benar  harus melalui tahapan pembelajaran yang terus-menerus dan disertai ilmu kebahasaan yang berlaku.
Kita sebagai guru bahasa Indonesia memiliki tanggung jawab moril yang sangat besar dalam upaya mendidik dan mengajarkan bahasa Indonesia kepada calon-calon penerus bangsa. Jika kita sudah benar dan mengajarkan kepada anak didik dengan benar pula maka bahasa Indonesia akan tetap lestari sebagai bahasa yang memiliki kepribadian dan citra yang tinggi dan akan selamanya mengakar kuat sebagai bahasa pemersatu bangsa dan negara yang kita cintai ini.

 DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Ramlan, M. 2001. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta: CV. Karyono
Tarigan, Henry Guntur, Tarigan, Jago. 1990. Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa. Bandung: Angkasa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar