siap berbagi dan menerima

siap berbagi dan menerima

Selasa, 07 Februari 2012

ANALISIS TIPE KALIMAT LENGKAP SEBUAH TAJUK RENCANA


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bahasa merupakan hal penting bagi manusia. Hal ini dapat dilihat dalam berbagai hal. Manusia tidak dapat berhubungan satu sama lain bila tidak ada bahasa. Manusia akan sulit mengutarakan keberadaannya bila tidak ada bahasa. Dengan kata lain, bahasa merupakan sesuatu yang sangat penting dalam hubungan sosial antar manusia. Mengingat begitu pentingnya bahasa dalam kehidupan manusia, maka perhatian terhadap bahasa, terutama Bahasa Indonesia, sebagai bahasa pemersatu bangsa perlu ditumbuhkembangkan.
Bahasa Indonesia, sesuai dengan ikrar Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, berkedudukan sebagai bahasa nasional dan berfungsi sebagai lambnag kebanggaan kebangsaan, lambang identitas nasional, pemersatu bangsa dan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 36 sebagai bahasa negara yang berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar dalam dunia pendidikan (Arifin dan Tasai, 2002:10). Selanjutnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara juga memiliki 3 fungsi yakni sebagai bahasa media massa, pendukung sastra Indonesia dan pemerkaya bahasa dan sastra daerah (Alwi, 2003: 232).
Bahasa Indonesia bagi bangsa Indonesia bukan hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, melainkan juga sebagai lambang identitas bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan. Pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia harus terus dilakukan secara berkesinambungan di segala lapisan masyarakat Indonesia.
Di Indonesia, dan di negara-negara berkembang lainnya, media massa tidak saja berpengaruh dalam penyebaran bahasa nasional, tetapi juga sangat berpengaruh dalam penentuan bentuk bahasa sehingga bahasa tersebut diterima oleh seluruh masyarakat. Dengan kata lain, peranan media massa memegang peranan penting dalam usaha pembinaan dan pengembangan bahasa (Moeliono dalam Muhyidin, 2008).
Peran wartawan sebagai pengguna bahasa jurnalistik sangat penting dalam penyebarluasan bahasa. Tetapi, kadang wartawan menggunakan bahasa yang salah dalam menyampaikan inspirasinya. Baik dalam tata wacana maupun dalam tata kalimat.
Dalam makalah ini penulis akan menganalisis kalimat yang digunakan dalam Tajuk Rencana surat kabar Kompas yang terbit hari Senin tanggal 6 Oktober 2008 berdasarkan tipe-tipe kalimat lengkap dalam Bahasa Indonesia.
B.  Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka batasan masalah  dalam  makalah ini adalah “Tipe kalimat apa yang digunakan para jurnalis dalam meyusun wacana di surat kabar”.

C. Tujuan
Menganalisis kalimat-kalimat dalam sebuah Tajuk Rencana di Surat Kabar Pikiran Rakyat berdasarkan tipenya.
D. Manfaat
1.   Bagi Institusi Pendidikan
Hasil analisis ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk pengembangan keilmuan dan bahan pertimbangan dimasa yang akan datang jika akan dilakukan analisis dengan topik yang sama.
2.   Bagi Tenaga Pendidikan
Diharapkan dapat dijadikan masukan dan bahan pertimbangan dalam melaksanakan pengembangan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3.   Bagi Masyarakat
Masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian bahasa Indonesia yang baik dan benar dari segi strutur dan tutur..

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.  Pengertian
1.   Analisis
Analisis adalah Penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab musabab, duduk perkaranya, dan sebagainya) (KBBI, 2002).
2.   Kalimat
Untuk lebih memahami lebih dalam mengenai kalimat, berikut penulis kemukakan beberapa pendapat para ahli linguistik mengenai kalimat. Menurut Hockett (dalam Suhardi, 2008 : 4) menyatakan bahwa kalimat adalah bentuk gramatikal yang tidak menjadi bagian atau unsur dari bentuk gramatikal yang lebih besar. Sementara itu, Cook (dalam Suhardi, 2008 : 4) mengunkapkan bahwa kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif telah dapat berdiri sendiri yang berpola intonasi akhir dan biasanya berupa klausa, senada dengan pendapat tersebut, Kridalaksana (2008 :103) mengemukakan bahwa kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan baik secara aktual maupun potensional terdiri dari klausa. Ramlan (2005 : 22) berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kalimat adalah satuan gramati yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai nada akhir turun atau naik. Pendapat lain dikemukakan Kentjono (dalam Suhardi, 2008 :4) mengemukakan bahwa kalimat adalah satuan gramatikal yang dibentuk oleh unsur dasar yang biasanya berupa klausa, partikel penghubung (jika ada), dan intonasi final. Terakhir Suhardi (dalam Suhardi, 2008 : 4) menyatakan bahwa kalimat adalah bentuk satuan gramatik (bisa berupa kata, frasa, atau klausa) yang diakhiri intonasi final. Kerraf (1988 : 42) menyebutkan bahwa kalimat  efektif adalah kalimat atau bentuk kalimat yang dengan sadar dan sengaja disusun untuk mencapai daya informasi yang tepat dan baik. Sususnan kalimat yang efektif itu didukung oleh 1) kesepadanan, anatara struktur bahasa dan cara atau jalan pikiran yang logis dan masuk akal, 2) keparalelan atau paralelisme bentuk bahasa yang dipakai untuk tujuan-tujuan efektivitas tertentu, 3) ketegasan dalam memumpunkan pikiran utama, 4) kehematan dalam pilihan kata atau penyusunan pikiran kadang kala bertumpuk-tumpuk dalam satu kalimat, dan 5) kevariasian dalam penyusunan kalimat,seperti anatar kalimat panjang dan pendek, antara kalimat induk dan klausa tanbebas.
3.   Tipe Kalimat  
Tipe kalimat adalah jenis atau corak kalimat dalam bahasa Indonesia yang dianggap memiliki kemiripan struktural (KBBI, 2002).

B.  Tipe-Tipe Kalimat dalam Bahasa Indonesia
Menurut Suhardi (2008 : 4), tipe-tipe kalimat (lengkap) Bahasa Indonesia ada delapan macam yaitu :
1)   Kalimat  dengan tipe SP (Subyek Predikat)
Kalimat lengkap yang hanya terdiri dari S dan P saja. Kalimat ini biasa disebut asebagai kalimat aktif intransitif karena predikatnya tidak memerlukan objek.
Contoh:  Amir sedang mandi.
Amir sebagai subjek dan sedang mandi sebagai predikat.
2)   Kalimat  dengan tipe SPO (Subyek Predikat dan Objek)
Kalimat lengkap yang terdiri dari S, P dan O. Kalimat ini disebut juga kalimat aktif transitif karena predikatnya memerlukan objek. 
Contoh : Andi memukul kucing.
Andi sebagai Subjek  memukul sebagai predikat  dan kucing sebagai objek.
3)   Kalimat dengan tipe SPPel (Subjek Predikat dan Pelengkap)
Kalimat lengkap yang terdiri dari S, P dan Pelengkap. 
Contoh : Rumahku berdinding bilik.
Rumahku sebagai Subjek, berdinding sebagai predikat dan bilik sebagai Pelengkap.
4)   Kalimat dengan tipe SPK (Subjek Predikat dan Keterangan)
Kalimat lengkap yang terdiri dari S, P dan Keterangan. 
Contoh : Kecelakaan itu terjadi di Jalan Tol Ciawi.
Kecelakaan itu sebagai Subjek, terjadi sebagai predikat  dan di Jalan Tol Ciawi sebagai Keterangan.
5)      Kalimat dengan tipe SPOPel (Subjek Predikat Objek dan Pelengkap)
Kalimat lengkap yang terdiri dari S, P, O dan Pelengkap. 
Contoh : Andi membuatkan temannya layang-layang.
Andi sebagai Subjek, membuatkan sebagai predikat, temannya sebagai Objek dan layang-layang sebagai Pelengkap.
6)   Kalimat dengan tipe SPOK (Subjek Predikat Pbjek dan Keterangan)
Kalimat lengkap yang terdiri dari S, P, O dan Keterangan. 
Contoh : Dia telah menjelaskan hal itu di sekolah.
Dia sebagai Subjek, telah menjelaskan sebagai predikat hal itu sebagai Objek dan di sekolah sebagai Keterangan .
7)   Kalimat dengan tipe SPPelK (Subjek Predikat Pelengkap dan Keterangan)
Kalimat lengkap yang terdiri dari S, P, Pelengkap dan Keterangan. Contoh : Mereka akan berbelanja alat olah raga di koperasi.
Mereka sebagai Subjek, akan berbelanja sebagai predikat, alat olah raga sebagai Pelengkap dan di koperasi  sebagai Keterangan.
8)   Kalimat dengan tipe SPOPelK (Subjek Predikat Pelengkap dan Keterangan)
Kalimat lengkap yang terdiri dari S, P, O, Pelengkap dan Keterangan.
Contoh : Pak Rudi membuatkan anaknya sebuah mainan di pinggir rumahnya.
Pak Rudi sebagai Subjek, membuatkan sebagai predikat, anaknya  sebagai Objek, sebuah mainan sebagai Pelengkap dan di pinggir rumahnya  sebagai Keterangan.

BAB III
PEMBAHASAN MASALAH

Dalam bab ini penulis mencoba menganalisis kalimat-kalimat yang terdapat dalam kolom Tajuk Rencana yang berjudul “Kemiskinan dan Terorisme” pada Surat Kabar Harian Kompas edisi hari Senin tanggal 6 Oktober 2008 sebagai berikut :
a.   Kalimat ke-1 
................ kedua pemimpin dua negara bertetangga itu bersepakat untuk memerangi terorisme.
Analisis kalimat
kedua pemimpin dua negara bertetangga itu à Subjek
bersepakat untuk memerangi à Predikat
terorisme à Objek
Kalimat tersebut memiliki tipe kalimat (lengkap) SPO
b.   Kalimat ke-2 
................ Pakistan menghadapi kelompok bersenjata di perbatasan kedua negara.
Analisis kalimat
pakistan à Subjek
menghadapi à Predikat
kelompok bersenjata à Objek
di perbatasan kedua negara à Keterangan
Kalimat tersebut memiliki tipe kalimat (lengkap) SPOK
c.   Kalimat ke-3 
................ PBB sendiri belum mampu membuat rumusan ........................
Analisis kalimat
PBB sendiri à Subjek
belum mampu membuat à Predikat
rumusan à Objek
Kalimat tersebut memiliki tipe kalimat (lengkap) SPO
d.   Kalimat ke-4 
Akibatnya adalah belum ada konvensi global mengenai terorisme internasional.
Analisis kalimat
Akibatnya belum ada konvensi global à Subjek
mengenai à Predikat
terorisme internasional à Pelengkap
Kalimat tersebut memiliki tipe kalimat (lengkap) SPPel
e.   Kalimat ke-5 
Salah satu langkah ................ adalah menghapus kemiskinan.
Analisis kalimat
Salah satu langkah à Subjek
menghapus à Predikat
kemiskinan à Objek
Kalimat tersebut memiliki tipe kalimat (lengkap) SPO
f.    Kalimat ke-6 
............kemiskinan menjadi sasaran empuk bagi bertumbuhsuburnya terorisme.
Analisis kalimat
kemiskinan  à Subjek
menjadi sasaran empuk à Predikat
bagi bertumbuhsuburnya terorisme à Keterangan
Kalimat tersebut memiliki tipe kalimat (lengkap) SPK
g.   Kalimat ke-7 
Disanalah para teroris menyebarkan pengaruhnya.
Analisis kalimat
disanalah  à Keterangan
para teroris à Subjek
menyebarkan à Predikat
pengaruhnya à Objek
Kalimat tersebut memiliki tipe kalimat (lengkap) KSPO/SPOK
h.   Kalimat ke-8 
Dulu, kondisi seperti itu menjadi lahan empuk bagi berkembang biaknya komunisme.
Analisis kalimat
dulu  à Keterangan
kondisi seperti itu à Subjek
menjadi à Predikat
lahan empuk à Pelengkap
bagi berkembang biaknya komunisme à Keterangan
Kalimat tersebut memiliki tipe kalimat (lengkap) KSPPel/SPPelK.
i.    Kalimat ke-9 
................ kemakmuran merupakan salah satu faktor bagi terciptanya stabilitas politik.................................
Analisis kalimat
kemakmuran  à Subjek
merupakan à Predikat
salah satu faktor à Pelengkap
bagi terciptanya stabilitas politik à Keterangan
Kalimat tersebut memiliki tipe kalimat (lengkap) SPPelK
j.    Kalimat ke-10 
Mereka bersatu melawan terorisme
Analisis kalimat
mereka bersatu à Subjek
melawan à Predikat
terorisme à Objek
Kalimat tersebut memiliki tipe kalimat (lengkap) SPO
Semua kalimat yang dianalisis penulis dari Tajuk Rencana tersebut memiliki tipe kalimat sesuai dengan kaidah-kaidah kebahasaan tentang tipe kalimat dalam bahasa Indonesia.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Dari hasil analisis tipe-tipe kalimat pada Tajuk Rencana sebuah harian surat kabar, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa :
1.   Kalimat-kalimat dalam tajuk rencana tersebut berdasarkan tipe kalimatnya sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan.  
2.   Tipe kalimat yang digunakan dalam tajuk rencana tersebut adalah SPO, SPOK. SPPel dan SPPelK.
3.   Jenis kalimat yang digunakan semuanya kalimat majemuk.

B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka saran yang dapat penulis sampaikan adalah :
1.   Bagi Guru dan Siswa
Adanya kesungguhan dalam Kegiatan Belajar Mengajar Bahasa Indonesia terutama pembelajaran kalimat
2.   Bagi Jurnalis.
Para Jurnalis harus menguasai kaidah-kaidah bahasa terutama bahasa tulis yang benar karena hasil tulisannya memiliki pengaruh yang sangat besar di masyarakat.

3.   Bagi Masyarakat.
Masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan berbahasa yang baik agar tidak mudah terpengaruh dan dapat memilih serta memilah bahasa yang baik dan salah.

  

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi ketiga, Jakarta : Balai Pustaka.
Kamus Besar Bahasa Indonesia.2002. Jakarta : Balai Pustaka
Kridalaksana, Harimurti. 2007. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.
Ramlan. 2005. Ilmu  Bahasa Indonesia SINTAKSIS. Yogyakarta: CV. Karyono
Moeliono, M. Anton. 1988. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Perum Balai Pustaka.
Muhyidin, Asep. 2008. Problematik Penggunaan Prefiks Meng-di Surat Kabar, dalam Anwar Efendi (eds) Bahasa dan Sastra dalam Berbagai Perspektif. Yogyakarta : Tiara Wacana
Parera, Jos Daniel. 1988. Belajar Mengemukakan Pendapat Standar Standar, Logis, Pragmatik. Akarta : Penerbit Erlangga..
Suhardi. 2008. “Materi Kuliah Pendalaman Bahasa Indonesia” Universitas Negeri Yogyakarta. Tidak diterbitkan.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar