siap berbagi dan menerima

siap berbagi dan menerima

Selasa, 03 April 2012

Solusi Sebuah Dilema

Ilustrasi :
DILEMA HEINZ
(Heinz Mencuri Obat di Eropa)
 
oleh:
Dindin Syahbudin Wangsadidjaya, M.Pd.

Seorang perempuan sudah hampir meninggal dunia akibat semacam kanker. Ada suatu obat yang menurut dokter dapat menyelamatkannya. Obat itu adalah semacam radium yang baru saja ditemukan oleh seorang apoteker di kota yang sama. Obat itu mahal ongkos pembuatannya, tetapi si apoteker menjualnya sepuluh kali lipat dari ongkos pembuatannya tersebut. Ia membayar $200 untuk radium tersebut dan menjualnya $2.000 untuk satu dosis kecil.
Suami dari perempuan yang sakit, Heinz, pergi ke setiap orang yang dia kenal untuk meminjam uang, tapi ia cuma memperoleh $1.000, setengah dari harga obat yang seharusnya. Ia berceritera kepada apoteker bahwa istrinya sudah sekarat dan memintanya untuk dapat menjual obat dengan lebih murah atau memperbolehkan dia melunasinya di kemudian hari. Tetapi si apoteker mengatakan: “Tidak, saya yang menemukan obat itu dan saya akan mencari uang dari obat itu. “
Heinz menjadi putus asa dan membongkar apotek tersebut untuk mencuri obat demi istrinya.
Haruskah Heinz membongkar apotek itu untuk mencuri obat bagi istrinya? Mengapa?

Analisis :
A.     Berdasarkan Argumentasi Penulis
Heinz ibarat makan buah simalakama. Jika obat tidak dibeli, istrinya mungkin tidak akan tertolong dan jika dibeli uang tidak mencukupi. Penulis mencoba mengetengahkan beberapa solusi antara lain :
1.     Berdasarkan prinsip keagamaan
Agama di dunia ini pada intinya mengajarkan penganutnya untuk melakukan kebaikan. Manusia dituntut untuk memiliki keinginan berusaha dalam mencapai tujuannya. Tetapi semua usaha akan sia-sia jika tidak disertai dengan doa dan kesabaran.
Heinz harus terus berusaha untuk menyembuhkan penyakit istrinya tetapi bukan dengan jalan membongkar apotek dan mencuri obatnya. Bagaimanapun jika hal tersebut dilakukan pasti akan berakhir dengan penyesalan.
Tuhan memberikan cobaan pada keluarga Heinz dengan menurunkan penyakit kanker yang ganas pada istrinya. Tuhan selalu menciptakan penyakit beserta obatnya. Artinya apapun masalah yang terjadi di dunia ini selalu ada solusinya.
Heinz harusnya sadar bahwa : 1) Ujian tersebut dilalui dengan berusaha agar penyakit istrinya tersebut dengan jalan yang benar; 2) Heinz harus tahu bahwa Tuhan tidak pernah memberikan cobaan atau ujian diluar batas atau melebihi kemampuan umatnya; 3) Membongkar apotek untuk solusi penyakit yang diujikan tuhan terhadap keluarganya adalah perbuatan dosa dan ada akibatnya di kemudian hari/akhirat; 4) Mencuri adalah hina, lebih baik mati daripada melakukan dosa yang hina.
2.     Berdasarkan Teori “Stages of Moral Development” Kohlberg
a.     Tingkat Konvensional
1)    Stadium 3
Perkembangan moral Heinz ada di stadium tiga jika dia berpikir bahwa membongkar apotek dan mencuri obat untuk kesembuhan istrinya akan berakibat dihukum oleh yang berwajib dan dicemooh serta dikucilkan di masyarakat.
Heinz mengetahui bahwa perbuatan yang dilakukannya itu tidak sesuai dengan norma, harapan dan pandangan masyarakat yang berlaku saat itu.
2)    Stadium 4
Perkembangan moral Heinz ada di stadium empat jika :
-    Sebelum bertindak, dia akan mengevaluasi konsekuensi dari perbuatannya. Konsekuensi itu berupa hukuman penjara.
- Heinz mengetahui bahwa semua manusia harus mematuhi peraturan yang berlaku dan mengakui otoritas dari hukum itu sendiri.
- Dia memperjuangkan agar istrinya harus sembuh, dan jalan yang ditempuhnya adalah bernegosiasi dengan apoteker, meskipun apoeteker tersebut juga salah karena memberi tarif yang terlalu mahal dan itu bukan urusan Heinz, bagaimana caranya agar obat bisa diperoleh.
b.     Tingkat Pasca-Konvensional
1)    Stadium 5
Perkembangan moral Heinz ada di stadium lima jika :
-    Heinz sadar bahwa istrinya adalah sosok yang harus dihormati dan dihargai olehnya dengan sepenuh hati. Heinz mengambil keputusan yang benar jika dia menupayakan kesembuhan istrinya dengan cara-cara yang positif dan usaha yang sungguh-sungguh penuh perhitungan.
- Heinz sadar jika setelah usahanya dilakukan ternyata berakibat istrinya meninggal, harga dirinya tidak akan turun tetapi justru akan menaikkan reputasinya sebagai insan yang bertanggung jawab dan dewasa.
- Dia akan berusaha menemui apoteker untuk negosiasi harga dan mengubah prinsip sang apoteker untuk tidak egois dan komersil, karena hal tersebut sangat tidak baik dan jauh dari nilai-nilai moral yang positif.
2)    Stadium 6
Perkembangan moral Heinz ada di stadium enam jika :
-    Heinz berusaha berargumentasi dengan sang apoteker mengenai penyakit, obat, dan solusi terbaik yang harus dilakukan. Yang diketengahkan dalam kompromi tersebut adalah yang bersangkutan dengan prinsip etika dari berbagai aspek dan kehidupan.
- Heinz mengedepankan hukum sebab akibat dari suatu proses keadilan. Di satu pihak, Heinz harus berjuang demi istrinya, di pihak lain sang apoteker, setelah kompromi selesai, berjuang dalam program penyelamatan penderita kanker melalui perubahan harga yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
- Heinz memiliki pengetahuan akan prinsip keadilan. Alangkah adilnya jika usaha gigihnya Heinz untuk mendapatkan uang sebesar $1.000 dapat mengobati kanker istrinya, sementara sang apoteker dapat meraih keuntungan dari obat tersebut.
- Heinz memilih komitmen bahwa sangat adil jika membongkar apotek, meskipun untuk kebaikan, adalah pelanggaran terhadap hukum dengan berbagai resikonya.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar