siap berbagi dan menerima

siap berbagi dan menerima

Rabu, 04 April 2012

PERSAMAAN DAN PERBEDAAN MORFOLOGIS DAN KONSTRUKSI SINTAKSIS

oleh:
Dindin Syahbudin, M.Pd.

Persamaan dan perbedaan morfologis dan kontruksi sintaksis. Baik morfologi dan sintaksis  merupakan bagian dari ilmu bahasa . Morfologi  adalah ilmu yang mengkaji soal yang berhubung dengan seluk-beluk bentuk kata, kemungkinan adanya perubahan    golongan kata    ( fungsi gramatik ), kemungkinan perubahan makna kata akibat daripada  perubahan bentuk kata ( fungsi semantik )
Satuan yang paling kecil yang diselidiki oleh morfologi adalah morfem dan yang paling besar burupa kata. Sintaksis mempelajari seluk beluk hubungan antara kata/frase/klausa/kalimat. Kata dalam tataran siktasis adalah satuan yang paling kecil yang terbesar adalah wacana. Jadi materi pelajaran morfologi dan sintasis selalu terkait, jika kita urutkan dari bahwa keenam satuan gramatik menurut Ramlan adalah sebagai berikut, morfem, kara, frase, klausa, kalimat, wacana.
Morfologi    Sintaksis
Mengkaji morfem dan kata

Contoh :
Aminah akan mengadakan perjalanan jauh.

Aminah : satu morfem
akan : satu morfem, mengadakan : tiga morfem meN-     +       ada      +        kan

perjalanan : dua morfem
  per – an     +     jalan
jauh        : satu morfem

unsur ke…an dengan
tidak adil, tidak mampu, tidak serasi…
    Mengkaji frasa, klausa, kalimat dan wacana.

Contoh :
Aminah akan mengadakan perjalanan jauh.

Aminah : subjek
akan mengadakan : predikat


perjalanan jauh : frasa objek



Hubungan kata tidak dengan
Adil, mampu, serasi, cukup

2.    Jelaskan tipe kalimat dan pola kalimat dasar yang terdapat dalam bahasa Indonesia.

Tipe kalimat    Contoh
    Subjek    Predikat    Objek    Pelengkap    Keterangan
S – P    Anggun    Tidur    -    -    -
S – P - O    Harun    membuat     layang-layang    -    -
S – P – Pel    Adik    belajar     Bahasa Indonesia    -    -
S – P – Ket     Saya    mau menikah    -    -    bulan depan
S – P – O – Pel    Ibu    membelikan    adik    Sepatu    -
S – P – O – Ket     Saya    membeli    buku    -    di Gramedia

Tipe kalimat  dalam bahasa Indonesia ada enam  macam berdasarkan fungsi. Keenam tipe kalimat ini juga memiliki pola kalimat dasar. Apabila konstituen kalimat dasar yang tidak wajib diabaikan  maka yang dihasilkan kalimat inti. Tabel di atas merupakan keenam kalimat dasar yang dibedakan berdasarkan pola unsur-unsurnya yang wajib.
Pola Kalimat Dasar
Nomor    Pola Kalimat Dasar    Contoh
1    FN + FN    Ibuku    Guru
2    FN + FV    Adikku    belajar
3    FN + F Numeralia    Ayamku     seekor
4    FN + F Adjektif    Dia      cantik
5    FN + F Adverb    Ayah    ke Jakarta

Berdasarkan jumlah inti kalimat dapat ditentukan  pola-pola dasar sebuah kalimat. Sebuah kalimat luas selalu dapat dikembalikan kepada pola-pola dasar yang dianggap sebagai dasar pembentukan kalimat luas itu.  Dasar pembuatan kalimat luas adalah kalimat inti
6.     a.     Kalimat nonverbal adalah kalimat yang predikatnya bukan kata kerja
Contoh : 1.   Ibuku guru
2.    Temanku sangat cantik
b.    Kalimat verbal pasif
Ada dua pola terbentuknya kalimat pasif, yaitu kalimat yang diturunkan dari kalimat aktif dan dari kalimat itu sendiri.
Contoh :
1.    Sayuran itu dibeli oleh Ibu.
2.    Aku terantuk batu.
Kalimat nomor satu adalah kalimat pasif yang diturunkan dari kalimat aktif Ibu membeli sayuran. Berarti kalimat nomor satu dasar pemasifannya dari kalimat aktif. Tidak semua kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat aktif. Kalimat aktif yang tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif disebut kalimat taktransitif. Kalimat tersebut tidak mempunyai objek.
Kalimat nomor dua adalah kalimat pasif yang terbentuk bukan karena dari kalimat aktif, melainkan dari verba yang berkategori pasif. Ada beberapa prefiks yang berkategori pasif, yaitu prefiks di- dan ter- dan pada pola tertentu kata dasar juga berperan sebagai kata kerja pasif. Contohnya Buku aku beli atau Buku kubeli. Pada kalimat Buku aku beli diturunkan dari kalimat aktif Aku membeli buku.
c.    kalimat verbal medial
Kalimat verbal medial adalah kalimat yang subjeknya pelaku sekaligus sebagai penderita.
1.    Dia terantuk batu itu..
2.    Dia terjun ke sungai.
d.    kalimat verbal resiprokal
Kalimat verbal resiprokal adalah kalimat yang predikatnya  menyatakan makna saling.
Contohnya:
1.    Dia bersalaman dengan lawan politiknya.
2.    dua orang kekasih itu berciuman tidak mempunyai rasa malu sedikit pun.
e.    kalimat aktif ekatransitif
Kalimat ekatransitif  adalah kalimat yang berobjek dan tidak berpelengkap dan mempunyai tiga unsure wajib, yakni subjek, predikat, dan objek
Contoh
1.    Pemerintah akan memasok semua kebutuhan lebaran
              S                  P                               O
2.    Presiden merestui pembentukan Panitia Pemilihan Umum.
            S             P                              O            
3.    Nilai Ujian Nasional menentukan nasib para siswa.
                 S                             P                    O
f.    kalimat aktif dwitransitif
Kalimat bentuk ini mempunyai pola tambahan yaitu hadirnya pelengkap dalam kalimat tersebut selain unsure subjek, predikat, dan objek.
Contoh
1.    Ibu membelikan adik sepatu baru.
 S        P       O       Pel.
2.    Kamu harus membuatkan Pak Ali Laporan tahunan
 S              P                        O               Pel.

g.    kalimat aktif semitransitif
Kalimat aktif semitransitif adalah kalimat yang objeknya tidak dimunculkan. Apabila dimunculkan menjadi kalimat aktif ekatransitif (objek dielipsiskan)
Contohnya:
1. Orang itu sedang mencuci.
2. Pengemis itu sedang meminta.
h.    kalimat ekuatif
Kalimat ekuatif adalah kalimat yaang mengandung kata kerja bantu seperti adalah, menjadi dan merupakan. Kalimat ini antara subjek dan predikat seakan akan dianggap sama atau merupakan pengganti makna.
Contohnya;
1.    Kakekku adalah pelaut.
2.    Dia sekarang menjadi orang kaya.
i.    Pengembangan ide gagasan menulis ada berbagai cara
1.    cara alamiah
Pola alamiah adalah suatu urutan unit-unit karangan sesuai dengan keadaan yang nyata di alam. Pola ini sesuai dengan dimensi dalam kehidupan manusia, yaitu atas-bawah, melintang-menyeberang, sekarang-nanti, dulu-sekarang, timur-barat, dsb. Contoh :
Perjalanan waktu dari dahulu hingga sekarang yang tidak pernah berubah dalam kehidupan manusia adalah rasa ingin tahu dan ingin hidup lebih enak. Pada masa pergolakan di tanah air orang susah mendapatkan nasi. Makanan sehari hari hanyalah jagung atau jenis umbi-umbian. Perkembangan zaman jagung dan umbi-umbian harganya lebih mahal dari nasi. Jagung dan umbi-umbian telah dimodifikasi menjadi makanan yang dipajang di restoran.
2.    cara logika/ penalaran
Pola logika  atau penalaran yaitu pola pengembangan paragraph yang mencari hubungan-hubungan yang dapat diterima oleh akal. Tanggapan yang diberikan dalam tulisan menyesuiakan jalan pikiran sebagai landasan untuk memecahkan persoalan. Contoh :
Rasa ingin tahu seseorang dipicu oleh perasaan hati manusia ingin hidup lebih baik. Keinginantahuan seseorang menjadikan hidup lebih kreatif, inovatif, dan berarti. Kekreatifan dan keinovatifan seseorang menjadikan hidup dan tidak mati. Masa bodah seseorang akan membunuh secara perlahan hidup dan kehidupan.
3.    urutan kepentingan
Urutan kepentingan sama dengan pola familiaritas, yaitu pengarang dalam mengembangkan karangannya dimulai dengan cara mengemukakan sesuatu yang berdasarkan skala prioritas kemudian berangsur-angsur mengemukkan yang tidak begitu penting.
Usaha mengembangkan produktifitas pertanian tidak akan terlepas dari kemauan dan usaha petani itu sendiri. Ada beberapa usaha yang harus dilakukan oleh petani dalam meningkatkan hasil pertanian. Usaha ini lebih dikenal dengan pancausaha tani. Memilih bibit unggul merupakan langkah yang harus dilakukan oleh petani agar hasil tanaman yang akan dipanen menjadi baik. Petani tidak boleh asal menanam bibit tanaman. Bibit tanaman itu harus dicari keunggulan-keunggulannya. Langkah ini sering diabaikan oleh petani Indonesia.
4.    cara perbandingan
Pola perbandingan adalah dengan cara membandingkan atau menunjukkan persamaan dan perbedaan antara dua orang, objek, atau gagasan dengan bertolak dari segi-segi tertentu. Contoh
Kondisi perekonomian kota dan pedesaan ditinjau dari ketahanan pangan sangat berbeda. Perekonomian masyarakat pedesaan lebih kuat dibanding dengan perekonomian kota. Simbiosis mutualis inilah yang menjadikan kedua perekonomian kota dan pedesaan tetap berjalan.
5.    cara pertentangan
Pola pertentangan lebih menekankan pada aspek mencarai perbedaan unsur-unsur yang akan diungkap. Contoh :
Proses demokrasi sebagai  cita-cita luhur itu  kurang lancar jalannya. Ketidakberhasilan ini karena adanya perbedaan kepentingan. Pandangan picik dari masyarakat yang mengatakan bahwa demokrasi akan menyebabkan kondisi keamanan yang tidak kondusif sebagai penyebab demokrasi tidak berjalan dengan baik. Sebagian masyarakat lain memandang situasi yang tidak kondusif ini dipicu karena demokrasi tidak berjalan. Pemerintah yang otoarian menyebabkan kesengsaraan di mana-mana..
j.    Paragraf yang baik memiliki tiga syarat utama kohesi koherensi dan kelengkapan jelaskan dan deskripsikan piranti kohesi yang biasa digunakan dalam pengembangan pararagraf.
8.     Tiga syarat paragraf yang baik
1.    koherensi
Setiap paragraf  haruslah merupakan kumpulan kalimat yang saling berhubungan padu, tidak berdiri-sendiri atau terlepas satu sama lain.
2.    kelengkapan
Paragraf dikatakan lengkap jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup menunjang kejelasan  kalimat topik dan dikatakan tidak lengkap apabila tidak dikembangkan atau hanya  diperluas dengan pengulangan- pengulangan.
3.    kohesi
Keserasian hubungan antara unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam wacana sehingga terciptalah pengertian yang baik atau koheren. Agar kalimat itu menjadi kohesif adanya unsur
a.    hubungan sebab-akibat baik antarklausa maupun anatar kalimat yang dinyatakan dengan kata penghubung sebab, karena akibat dan lain-lain.
b.    Hubungan pertentangan yang dinyatakan dengan kata penghubung tetapi, namun, sedangkan
c.    Hubungan pengutamaan yang dinyatakan dengan kata penghubung bahkan
d.    Hubungan perkecualian yang dinyatakan dengan kata penghubung kecuali
e.    Hubungan konsesif yang dinyatakan dengan kata penghubung walaupun, meskipun,
f.    Hubungan tujuan yang dinyatakan dengan kata penghubung agar,  supaya
g.    Hubungan persesuaian alami yang dinyatakan dengan hubungan yang bersifat gramatikal
Kesemua unsur ini akan membentuk sebuah paragraf yang baik dan padu.
9.     Problema semantik yang sering dijumpai di sekolah antara lain :
a.     Adanya kata-kata yang sama dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah Sunda, tetapi maknanya berbeda.
Contoh : papah, suku, amis, dst.
b.     Adanya kesulitan pada anak ketika dihadapkan pada pembelajaran makna denotasi dan konotasi dalam frasa.
Contoh : kambing hitam, lintah darat, dukun beranak, timah panas, dst.
c.     Adanya penulisan kalimat yang ambigu dalam karang-mengarang.
Contoh : Ditangkap dua orang penculik di kampung kami.
d.     Adanya kesulitan siswa dalam mencari dan memahami makna kata-kata baku yang masih asing di telinga siswa.
Contoh : senyampang, madani, dst.
e.     Adanya kesulitan siswa dalam memahami makna kata-kata serapan dari bahasa asing.
Contoh : diversifikasi, intensifikasi, dst.
f.    Adanya kesulitan siswa dalam memahami makna diksi dalam karya sastra.
g.    Adanya ketumpangtindihan penggunaan kata ’jam’ dan ’pukul’, ’tiap-tiap’ dan ’masing-masing’.
h.    Adanya pengaruh kuat yang negatif dari media elektronik dalam mengunakan dan memaknai kata ganti ’kami’ dan ’kita’ dalam percakapan sehari-hari.

(Universitas Negeri Yogyakarta, 2008)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar